Pandanga Masyarakat Terhadap Perguruan PSHT : Studi Kasus Konflik Antar Oknum Dalam Perguruan PSHT


20, April 2025

"Lambang Organisasi PSHT"

Di sebuah kota kecil di sarolangu terdapat  sebuat desa yang ber kec.Air Hitam. Masyarakat sudah tidak asing lagi dengan anak-anak muda berseragam hitam, bersabuk putih, dan langkah tegap mereka saat berjalan di jalanan. Mereka adalah anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).Sebuah perguruan silat yang tidak hanya mengajarkan bela diri,tapi juga nilai-nilai spiritual,moral dan rasa persaudaraan yang dalam. Disaat bulan kenaikan tingkat PSHT, sekelompok anggota muda PSHT, dari dua ranting yang berbeda terlibat saling ejek mengejek di media sosial nah masalah tersebut tidak hanya sampai disitu saja akan tetapi berlanjut hingga di acara kenaikan tingkat yang menyebabkan kericuhan. 

Karena pihak terkait dari anggota dari ranting A masih saling memancing sindiran dengan anggota ranting B saat kegiatan berlangsung. Kejadian tersebut menyebabkan kericuhan antara dua kelompok, sehingga kericuhan tersebut menyebabkan bentrok di jalan umum dan perusakan fasilitas di daerah sekitar. kejadian tersebut tidak hanya melibatkan anggota saja akan tetapi juga melibatkan warga sekitar yang merasa terganggu dengan hal tersebut, sehingga mereka melaporkan kejadian tersebut ke kepala desa sampai pihak berwajib dan tokoh senior PSHT nya agar kejadian ini dapat diselesaikan.

Disini sebagai anggota PSHT, saya menjelaskan apa yang saya ketahui selama menjadi anggota dari tahun 2019-sekarang PSHT ini bersifat hinarkis berdasrkan tingkat sabuk dan senioritas. Namun dalam kasus ini saya melihat komunikasi vertikal tidak berjalan baik, sehingga konflik terjadi secara langsung dan tidak terkontrol. 

Dari permasalahan tersebut dilakukan negosiasi antara para senior dari kedua ranting tersebut untuk menyelesaikan masalah secara damai, karena kita ini saudara dan telah mengikuti ajaran-ajaran yang telah diberikan. Karena tidak etis saja jika sesama anggota saling tidak akur dan membuat buruk di pandangan masyarakat. Agar masalah ini tidak berkelanjutan kepala desa memfasilitasi tempat untuk penyelesaian antar dua arah untuk anggota PSHT dan para warga yang merasa dirugikan agar masalah ini segera selesai dan tidak berkelanjutan.

Setelah dilakukan mediasi denga kepolisian dan pengurus PSHT tingkat kabupaten memidiasi konflik ini agar tidak meluas dan hasil dari mediasi tersebut yaitu memberikan surat peringatan kepada kedua anggota rating tesebut yang menyebabkan kericuhan. Reskonsilasi akhir antara anggota dari dua ranting PSHT duduk bersama warga dan aparat sebagai simbol perdamaian bahwa masalah tersebut telah selesai. 

Refleksi dan Opini Penulis

PSHT adalah perguruan besar dengan nilai luhur. Namun, konflik antar oknum justru mencoreng citra nama PSHT dipandangan masyarakat. Hal itu yang menyebabkan selama ini pandangan masyarakat menjadi buruk kepada Organisasi PSHT. Disini saya sebagai manager pendidikan, melihat bahwa pendekatan pembinaan karakter harus lebih di tekankan agar konflik tidak berulang. 

Komentar